Gulma Kayu Piringan Susah Dikendalikan? Begini Cara Membasmi Gulma Kayu Piringan dengan Lebih Efektif
- 23 Jun
- 3 menit membaca

Kawan Sawit, pernah merasa gulma di sekitar piringan sudah ditebas, tetapi tidak lama kemudian tumbuh lagi?
Hal ini terjadi karena gulma berkayu memiliki batang dan akar yang kuat. Meski bagian atasnya sudah dipotong, akarnya masih hidup sehingga gulma dapat kembali bertunas.
Ditambah lagi, area di bawah tajuk sawit yang teduh menjadi tempat yang ideal bagi gulma untuk terus tumbuh. Karena itu, pengendaliannya perlu dilakukan dengan cara yang tepat, bukan sekadar ditebas.
Mari kita bahas bersama bagaimana cara membasmi gulma kayu piringan yang efektif
Mengapa Gulma Kayu Piringan Sulit Dikendalikan
Gulma berkayu (perdu atau semak) berperan sebagai gulma sejati di kebun sawit. Tanaman ini bersifat Perennial dengan batang keras, berbeda dari gulma berbatang lunak. Ketika ditebas, akar dan pangkal batang gulma berkayu masih menyimpan cadangan, sehingga tunas baru cepat muncul kembali.Ā
Sebagai contoh, penelitian oleh menemukan bahwa pengendalian mekanis saja membuat Melastoma malabathricumĀ (harendong) kembali tumbuh hanya dua bulan kemudian (Jurnal Agroforetech, 2024).
Artinya, mengandalkan tebangan tanpa penanganan akar tidak menyelesaikan masalah. Selain itu, gulma di piringan menyerap unsur hara dan air dari kelapa sawit, mengganggu pemupukan, dan menyulitkan petugas panen.
Cara Membasmi Gulma Kayu Piringan dengan Lebih Efektif
Pengendalian gulma yang efektif menggabungkan beberapa pendekatan. Berikut langkah praktis yang dapat diterapkan:
Kendalikan Gulma Sejak Masih Muda.Ā
Segera atasi tunas gulma kecil sebelum tumbuh membesar. Gulma pada fase awal pertumbuhan jauh lebih mudah diberantas.
Pemeriksaan area piringan rutin setiap bulan misalnya dapat membantu mendeteksi gulma muda dan menghilangkannya dengan lebih tuntas.
Jangan Hanya Mengandalkan Penebasan.Ā
Menebas gulma memang menghilangkan vegetasi di permukaan, namun bagian akar atau tunas yang tertinggal tetap hidup dan tumbuh kembali. Oleh karena itu, penebasan harus dipadukan dengan tindakan yang membunuh akar. Misalnya, batang gulma yang besar dapat dicabut (dongkel) hingga ke akar.
Proses dongkel sangat efektif untuk gulma berkayu besar karena menghilangkan akar sekaligus, sehingga gulma tidak mudah tumbuh lagi.
Gunakan Herbisida yang Tepat.Ā
Sebagai tambahan, penggunaan herbisida sistemik khusus dapat mematikan gulma hingga ke akarnya. Misalnya, herbisida berbahan aktif triklopir dikenal efektif menyasar gulma berkayu seperti harendong (Melastoma), senduduk bulu (Clidemia), minjangan (Cromolaena), dan sembung (Mikania). Aplikasi triklopir sistemik dapat menjangkau seluruh bagian tanaman gulma, termasuk akar, sehingga mencegah tunas baru.
Lakukan Pemantauan Berkala.Ā
Pengendalian gulma harus berkesinambungan. Amati kondisi gulma di kebun setidaknya setiap 3 bulan, karena populasi gulma bisa cepat bertambah setelah satu siklus pengendalian.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas secara terintegrasi menggabungkan budaya teknis (pemeriksaan rutin, penjarangan gulma sejak dini), mekanis (tebas/dongkel), dan kimia (herbisida selektif), pengendalian gulma kayu piringan dapat lebih efektif. Pendekatan terpadu ini juga membantu menjaga produktivitas dan efisiensi biaya kebun sawit.
Pilihan Herbisida untuk Pengendalian Gulma

Garlon 670 EC
Cocok untuk membantu pengendalian gulma berkayu dan semak sesuai petunjuk penggunaan.

Gramoxone 276 SLĀ
herbisida kontak yang bekerja cepat pada bagian gulma yang terkena semprotan.
Kesimpulan
Pengendalian gulma kayu di piringan sawit memerlukan strategi terpadu. Jika hanya menebas tanpa membunuh akar, gulma pasti tumbuh kembali. Sebaliknya, dengan membersihkan gulma sejak masih muda, memadukan penebasan dengan penggunaan herbisida sistemik yang tepat, serta memantau kebun secara rutin, gulma kayu dapat dikendalikan dengan lebih tuntas. Pendekatan ini sekaligus menjaga unsur hara untuk tanaman sawit dan mengurangi beban kerja jangka panjang.
Referensi :
Nufarm Indonesia. āHerbisida Spesialis Pengendalian Gulma Berkayuā (2025) ā Pembahasan karakteristik gulma berkayu dan herbisida triklopir.
Jumantoro D. dkk. āBerbagai Cara Pengendalian Gulma Anak Kayu dan Anak Sawit pada Kebun Kelapa Sawitā (Jurnal Agroforetech, 2024) ā Hasil penelitian lapangan mengenai efektivitas kontrol mekanis vs. kimiawi terhadap gulma berkayu.
Yuniarko Y. dkk. āPengelolaan Gulma Kelapa Sawit⦠PT JAW, Jambiā (Seminar IPB, 2016) ā Laporan pengendalian gulma di kebun primer; data rotasi herbicide.
Herdiansah R. & Lontoh A. āTeknik Pengendalian Gulma di Kebun Sawit Aneka Persada Estateā (Buletin Agrohorti, 2018) ā Studi kasus di Riau, mencakup spesies gulma berkayu dominan dan formulasi herbisida (triklopir) untuk piringan.
Corteva Agriscience Indonesia. āPengendalian Gulma Di Perkebunan Sawitā (Corteva.com) ā Panduan pemeliharaan gulma terpadu (piringan dan gawangan) di kebun sawit.






Komentar