Pupuk yang Tepat untuk Kelapa Sawit Tanah Gambut: Cocok untuk Lahan Daerah Riau
Diperbarui: 14 Agu

Sebelum membuka kebun kelapa sawit di lahan gambut, petani perlu memahami karakter tanahnya terlebih dahulu. Tanah gambut memiliki kondisi yang berbeda dengan tanah mineral, terutama dari tingkat keasaman, ketersediaan unsur hara, dan pengelolaan air.
Kondisi tersebut membuat perawatan sawit di lahan gambut perlu dilakukan dengan lebih cermat. Pemupukan yang tepat, pengelolaan air, dan pemantauan kondisi tanaman menjadi bagian penting untuk menjaga pertumbuhan dan produktivitas kebun.
Apa Itu Tanah Gambut?
Tanah gambut terbentuk dari sisa-sisa vegetasi yang belum terurai sempurna karena berada dalam kondisi jenuh air.
Tanah gambut umumnya memiliki pH sekitar 3ā4, sehingga bersifat lebih asam. Selain itu, beberapa unsur hara penting juga memiliki ketersediaan yang terbatas bagi tanaman.
Karena itu, kebun sawit di tanah gambut membutuhkan pengelolaan air dan pemupukan yang disesuaikan dengan kondisi lahan.

Semua Kebutuhan Kebun dalam Satu Aplikasi
Kelola aktivitas kebun
Konsultasi langsung dengan Dokter Sawit
Rekomendasi pemupukan selama satu tahun melalui Kalkulator Pupuk.
Apa Saja Unsur Hara di Tanah Gambut?
Nitrogen
Kandungan Nitrogen pada tanah gambut tergolong tinggi karena berasal dari bahan organik yang melimpah. Namun perlu dicatat kandungan Nitrogen dalam tanah gambut berbentuk organik sehingga tidak bisa langsung diserap tanaman dan bergantung pada proses mineralisasi. Jadi, pupuk Nitrogen tambahan seperti Urea Nitrea atau ZA Plus tetap harus rutin.
Fosfor
Pada tanah gambut, Fosfor juga terikat oleh bahan organik sehingga ketersediaannya juga rendah. Baik tanah gambut maupun mineral pupuk dengan kandungan Fosfor tetap diperlukan.
Kalium
Kalium pada tanah gambut sangat rendah karena minimnya sumber mineral dan tingginya pencucian. Dengan demikian, Kalium menjadi salah satu unsur paling kritis di tanah gambut. Pemilik kebun sawit dengan tanah gambut wajib memberikan pupuk dengan Kalium yang tinggi.
Kalsium
Karena kurangnya kandungan minral basa, kadar Kalsium pada tanah gambut biasanya rendah. Untuk mengatasinya, bisa dberikan amelioran seperti kapur atau dolomit yang juga akan memperbaiki pH tanah.
Magnesium
Magnesium pada tanah gambut cenderung rendah karena sifat tanah miskin unsur basa. Pemberian magnesium bisa dilakukan dengan bentuk dolomit.
Boron
Rendahnya kandungan alami Boron serta adanya kemungkinan hilang dari pencucian membuat pemupukan Boron sering diperlukan untuk menjaga perkembangan bunga dan buah sawit.
Tembaga
Tanah gambut memiliki kadar Tembaga yang kurang karena mengalami defisiensi sehingga tidak tersedia bagi tanaman.
Seng
Kandungan seng pada tanah gambut rendah karena keterbatasan sumber mineral.
Baca Juga : Pucuk Kelapa Sawit Busuk? Kenali Penyebabnya Sebelum Salah Penanganan
Bagaimana Cara Merawat Kebun Sawit dengan Tanah Gambut
1. Atur Tinggi Muka Air
Pengelolaan air merupakan salah satu hal terpenting dalam merawat kebun sawit di tanah gambut. Tinggi muka air dapat dijaga sekitar 40ā60 cm dari permukaan tanahĀ melalui sistem kanal dan pintu air.
Jika air terlalu rendah, tanah gambut dapat menjadi kering sehingga risiko kebakaran dan subsiden meningkat. Sebaliknya, jika air terlalu tinggi, akar dapat terendam dan penyerapan hara menjadi terganggu.
2. Padatkan Jalur Tanam
Jalur tanam dapat dipadatkan sebelum penanaman untuk meningkatkan kepadatan tanah. Hal ini membantu memberikan pijakan yang lebih kuat bagi akar serta mendukung pergerakan air menuju area perakaran.
3. Sesuaikan Pemupukan dengan Kondisi Tanah
Pemupukan di lahan gambut perlu memperhatikan unsur hara yang dibutuhkan tanaman.
Beberapa hal yang dapat diperhatikan:
Gunakan dolomit atau kapurĀ untuk membantu mengatasi kondisi tanah yang asam.
Perhatikan kebutuhan Kalium (K)Ā melalui pupuk yang sesuai.
Penuhi kebutuhan unsur mikro seperti Boron, Tembaga, dan SengĀ apabila diperlukan.
Rekomendasi Pupuk Sawit Untuk Tanah Gambut
Konsultasi Pemupukan Sawit dengan Agronomis
Masih bingung menentukan pupuk yang sesuai untuk kebun sawit di tanah gambut?
Melalui layanan Dokter Sawit, petani dapat berkonsultasi mengenai berbagai masalah perkebunan, mulai dari pemupukan, hama, penyakit, hingga kondisi tanaman.
Dengan mengetahui kondisi kebun terlebih dahulu, pemilihan pupuk dan penanganan masalah tanaman dapat dilakukan dengan lebih tepat.

Konsultasi Bersama Dokter Sawit
Eko Prastyo, S.P
10+ tahun pengalaman di perkebunan sawit
Pertanyaan Umum (FAQ)
1. Apa saja unsur hara yang dibutuhkan sawit di tanah gambut?
Tanaman sawit di tanah gambut membutuhkan berbagai unsur hara, seperti Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), serta unsur mikro seperti Boron (B), Tembaga (Cu), dan Seng (Zn). Kebutuhannya perlu disesuaikan dengan kondisi tanah dan tanaman.
2. Pupuk apa yang bagus untuk sawit di tanah gambut?
Pupuk untuk sawit di tanah gambut perlu disesuaikan dengan kebutuhan hara tanaman. Beberapa pilihan yang dapat digunakan antara lain dolomit, Petro ZA Plus, dan NPK Mahkota 13-6-27-4 0.65 B. Dolomit dapat membantu mengatasi kondisi tanah yang asam, sedangkan pupuk NPK dan ZA dapat membantu memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman.
3. Bagaimana cara merawat sawit di tanah gambut?
Perawatan sawit di tanah gambut perlu memperhatikan pengelolaan air, pemupukan, dan kondisi tanaman. Tinggi muka air perlu dijaga agar tidak terlalu rendah maupun terlalu tinggi, sementara pemupukan harus disesuaikan dengan kebutuhan unsur hara tanaman dan kondisi lahan.








Komentar