Pupuk yang Tepat untuk Kelapa Sawit Tanah Gambut: Cocok untuk Lahan Daerah Riau
- 3 hari yang lalu
- 3 menit membaca

Salah satu hal yang wajib diperhatikan saat membuka lahan untuk kebun kelapa sawit adalah mengetahui jenis tanah di situ. Jenis tanah akan sangat memengaruhi kandungan unsur hara di dalamnya dan oleh karena itu juga memengaruhi jenis perawatannya. Umumnya kebun sawit di tanah di tanah mineral dan tanah gambut.
Apa Itu Tanah Mineral?
Tanah mineral memiliki karakter umum pH tanah relatif stabil. pH tanah menentukan seberapa efektif akar dapat menyerap nutrisi dari tanah. pH tanah mineral biasanya antara 5,0 sampai 5,5. Tanah dengan pH normal seperti tanah mineral ideal untuk ditanami kelapa sawit karena memiliki unsur hara yang cukup.Ā
Apa Itu Tanah Gambut?
Tanah gambut berasal dari sisa-sisa vegetasi yang mati tapi belum terurai sempurna karena kondisi lingkungan jenuh air. Tanah gambut memiliki pH sangat asam, yakni sekitar 3-4. Tidak hanya asam, tanah gambut juga miskin unsur hara.Ā

Apa Saja Unsur Hara di Tanah Gambut?
Nitrogen
Kandungan Nitrogen pada tanah gambut tergolong tinggi karena berasal dari bahan organik yang melimpah. Namun perlu dicatat kandungan Nitrogen dalam tanah gambut berbentuk organik sehingga tidak bisa langsung diserap tanaman dan bergantung pada proses mineralisasi.
Fosfor
Pada tanah gambut, Fosfor juga terikat oleh bahan organik sehingga ketersediaannya juga rendah. Baik tanah gambut maupun mineral pupuk dengan kandungan Fosfor tetap diperlukan.
Kalium
Kalium pada tanah gambut sangat rendah karena minimnya sumber mineral dan tingginya pencucian. Dengan demikian, Kalium menjadi salah satu unsur paling kritis di tanah gambut. Pemilik kebun sawit dengan tanah gambut wajib memberikan pupuk dengan Kalium yang tinggi.
Kalsium
Karena kurangnya kandungan minral basa, kadar Kalsium pada tanah gambut biasanya rendah. Untuk mengatasinya, bisa dberikan amelioran seperti kapur atau dolomit yang juga akan memperbaiki pH tanah.
Magnesium
Magnesium pada tanah gambut cenderung rendah karena sifat tanah miskin unsur basa. Pemberian magnesium bisa dilakukan dengan bentuk dolomit.
Boron
Rendahnya kandungan alami Boron serta adanya kemungkinan hilang dari pencucian membuat pemupukan Boron sering diperlukan untuk menjaga perkembangan bunga dan buah sawit.
Tembaga
Tanah gambut memiliki kadar Tembaga yang kurang karena mengalami defisiensi sehingga tidak tersedia bagi tanaman.
Seng
Kandungan seng pada tanah gambut rendah karena keterbatasan sumber mineral.
Bagaimana Cara Merawat Kebun Sawit dengan Tanah Gambut
Mengatur Air
Menjaga tinggi muka air tanah di angka 40-60 cm dari permukaan tanah melalui sistem kanal dan pintu air. Tinggi muka air tanah harus dijaga karena jika terlalu rendah akan membuat tanah kering, adanya risiko api, dan laju subsiden meningkat. Sebaliknya, jika terlalu tinggi akan embuat akar terendam, menghambat pernapasan akar dan penyerapan hara.
Pemadatan Jalur Tanam
Sebelum penanaman, jalur tanam harus dipadatkan dengan alat berat agar meningkatkan densitas tanah. Lalu, akar memiliki pegangan lebih kuat dan meningkatkan kapilaritas air dari bawah ke akar tanaman.
Pupuk dengan Unsur Hara Tepat untuk Tanah Gambut
Memberikan pupuk yang dapat menetralkan pH seperti dolomit atau kapur
Memberikan pupuk dengan unsur Kalium yang tinggi, contohnya pupuk NPK.
Memberikan nutrisi mikro juga, seperti Tembaga dan Seng.
Rekomendasi Pupuk Sawit Untuk Tanah Gambut

Dolomite
Berguna untuk menaikkan pH tanah gambut yang asam dan menyediakan usur Magnesium dan Kalsium. Pemberian Dolomite sangat penting dan wajib karena dapat membuat penyerapan pupuk lain lebih optimal.Ā

RP (Rock Phosphate) Mahkota Egypt
Sebagai sumber Fosfor yang baik untuk perkembangan akar. RP juga mengandung kalsium tinggi yang membantu menetralkan keasaman di sekitar akar.

NPK Mahkota 13-6-27-4 0.65 B
Menjadi pupuk yang juga wajib diberikan jika ingin tanaman sawit sehat dan berbuah optimal. Pupuk NPK yang juga memiliki tambahan nutrisi mikro seperti Boron juga bagus karena tanah gambut sangat miskin unsur tersebut.
Konsultasi Pemupukan Sawit dengan Agronomis
Penggunaan pupuk kimia untuk kelapa sawit sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan kondisi kebun. Salah satu cara untuk mengetahui kebutuhan nutrisi tanaman adalah dengan mengamati kondisi daun, warna tanaman, serta gejala kekurangan unsur hara.
Agar pemupukan lebih tepat dan efisien, Anda juga dapat berkonsultasi dengan agronomis yang berpengalaman. Agronomis kami telah memiliki pengalaman puluhan tahun dalam mengelola kebun sawit dan mampu memberikan rekomendasi pupuk sawit yang tepat sesuai kondisi kebun Anda.
Melalui layanan Dokter Sawit, Anda dapat berkonsultasi mengenai berbagai permasalahan kebun sawit, mulai dari pemupukan, pengendalian gulma, hingga peningkatan produksi TBS.
Layanan konsultasi tersedia mulai dari Rp100.000, bebas tanya apapun dan kapapun.
Masih bingung menentukan produk atau ingin langsung melakukan pemesanan? Tim kami siap membantu Anda melalui layanan konsultasi dan pembelian dalam satu tempat.


Simon Sihar
š“ Agronomis berpengalaman SawitPRO
š“ Siap membantu anda menangani masalah pupuk, hama, penyakit, dll.





Komentar