Pentingnya Pemupukan pada Sawit untuk Meningkatkan Produksi Brondol dan TBS
- 13 Mar
- 3 menit membaca
Diperbarui: 3 hari yang lalu
Banyak petani fokus pada hasil panen, namun sering lupa bahwa kunci utamanya ada pada perawatan kebun. Salah satu faktor paling menentukan dalam produksi kelapa sawit adalah pemupukan yang tepat.
Pemupukan yang dilakukan secara benar tidak hanya meningkatkan produksi tandan buah segar (TBS), tetapi juga memperbanyak jumlah brondol yang dihasilkan. Hal ini tentu berdampak langsung terhadap peningkatan produksi minyak sawit di pabrik.
Pengertian Pupuk dan Pemupukan pada Kelapa Sawit
Pupuk adalah bahan organik maupun anorganik yang diberikan ke tanah atau tanaman untuk memenuhi kebutuhan unsur hara. Sedangkan pemupukan adalah proses pemberian pupuk secara terencana agar tanaman mendapatkan nutrisi yang cukup untuk tumbuh optimal.
Pada tanaman kelapa sawit, kebutuhan unsur hara sangat tinggi karena tanaman ini terus berproduksi sepanjang tahun. Oleh karena itu, pemupukan tidak bisa dilakukan sembarangan dan harus disesuaikan dengan kondisi tanah serta umur tanaman.
Tujuan Pemupukan Tanaman Sawit
Pemupukan memiliki beberapa tujuan penting, antara lain:
Memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman
Meningkatkan jumlah dan kualitas TBS
Memperbanyak produksi brondol
Memperbaiki struktur dan kesuburan tanah
Meningkatkan ketahanan tanaman terhadap stres lingkungan
Menggantikan unsur hara yang hilang akibat panen
Dengan pemupukan yang tepat, produktivitas kebun akan lebih stabil dan hasil panen bisa meningkat secara konsisten.
Jenis Pupuk yang Digunakan di Kebun Sawit
Dalam praktiknya, pupuk untuk kelapa sawit dibagi menjadi dua jenis utama:
1. Pupuk Organik
Digunakan untuk memperbaiki kondisi tanah dan meningkatkan bahan organik:
Pupuk kandang
Kompos
Tandan kosong kelapa sawit (TKKS)
2. Pupuk Anorganik
Digunakan untuk memenuhi kebutuhan unsur hara spesifik tanaman:
Urea (Nitrogen)
TSP / SP-36 (Fosfor)
KCl (Kalium)
Kieserite (Magnesium)
Dolomit (Kalsium & Magnesium)
Kombinasi pupuk organik dan anorganik sangat dianjurkan agar tanah tetap subur dan tanaman mendapatkan nutrisi lengkap.
Dosis dan Jadwal Pemupukan Sawit (Praktis untuk Petani)
Agar hasil maksimal, pemupukan harus memperhatikan dosis dan waktu aplikasi.
Dosis Umum (Per Pohon / Tahun)
(Estimasi, bisa berbeda tergantung kondisi lahan)
Urea: 1 ā 2 kg
KCl: 1.5 ā 2.5 kg
SP-36: 0.5 ā 1 kg
Kieserite: 0.5 ā 1 kg
Jadwal Pemupukan
Dilakukan 2ā3 kali dalam setahun
Waktu terbaik: awal dan akhir musim hujan
Hindari pemupukan saat hujan lebat agar pupuk tidak hanyut
Tanda Tanaman Sawit Kekurangan Hara
Petani juga perlu mengenali gejala kekurangan unsur hara agar bisa cepat ditangani:
Daun menguning ā kekurangan Nitrogen
Daun mengering di ujung ā kekurangan Kalium
Pertumbuhan lambat ā kekurangan Fosfor
Daun belang ā kekurangan Magnesium
Jika dibiarkan, kondisi ini bisa menurunkan produksi TBS dan jumlah brondol secara signifikan.
Pentingnya Pemupukan untuk Produksi Sawit
Tanaman sawit yang mendapatkan nutrisi cukup akan menghasilkan tandan buah yang lebih besar dan brondol lebih banyak. Sebaliknya, kekurangan hara akan membuat produksi menurun dan tanaman tidak optimal.
Artinya, hasil panen yang tinggi bukan hanya soal kondisi pasar, tetapi juga bagaimana kebun dikelola terutama dalam hal pemupukan.
Butuh Produk & Solusi untuk Kebun Sawit Anda?
Setiap kebun sawit memiliki kondisi yang berbeda, mulai dari jenis tanah, umur tanaman, hingga permasalahan di lapangan. Karena itu, pemilihan produk dan cara penanganan harus tepat agar hasil kebun lebih optimal.Ā Temukan berbagai kebutuhan kebun sawit mulai dari pupuk, herbisida, hingga produk pendukung lainnya di Toko Sawit.

Masih bingung menentukan produk atau ingin langsung melakukan pemesanan? Tim kami siap membantu Anda melalui layanan konsultasi dan pembelian dalam satu tempat.


Imbransya Ali Harahap
š“ Agronomis berpengalaman SawitPRO
š“ Ex Sinarmas
š“ Siap membantu anda menangani masalah pupuk, dll.





Komentar