Bagaimana Cara Pemupukan Kelapa Sawit TBM yang Benar? Ini Dia penjelasan Lengkap nya
- 1 Jul
- 5 menit membaca
Diperbarui: 12 jam yang lalu

Menanam kelapa sawit bukan hanya soal memilih benih unggul. Hasil panen yang tinggi di masa depan juga ditentukan oleh bagaimana tanaman dirawat sejak awal pertumbuhan. Salah satu aspek yang paling berpengaruh adalah pemupukan pada fase Tanaman Belum Menghasilkan (TBM).
Masih banyak pekebun yang beranggapan semakin banyak pupuk diberikan, semakin cepat tanaman tumbuh. Padahal, anggapan tersebut tidak selalu benar. Tanaman sawit muda memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda dengan tanaman menghasilkan (TM). Kesalahan dalam pemupukan pada fase awal justru dapat menghambat pertumbuhan akar, meningkatkan risiko kehilangan unsur hara, bahkan membuat biaya pemeliharaan menjadi kurang efisien.
Lantas, bagaimana cara pemupukan kelapa sawit TBM yang benar? Simak penjelasannya berikut ini.
Apa Itu TBM Kelapa Sawit?
Tanaman Belum Menghasilkan (TBM)Ā adalah fase pertumbuhan kelapa sawit sejak ditanam hingga mulai memasuki masa produksi, umumnya berlangsung selama tiga tahun pertama.
Fase ini biasanya dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu:
TBM 1, yaitu tanaman berumur sekitar 0ā12 bulan yang masih berfokus membentuk akar, batang, dan daun.
TBM 2, yaitu tanaman berumur 13ā24 bulan dengan pertumbuhan vegetatif yang semakin pesat.
TBM 3, yaitu tanaman berumur 25ā36 bulan sebagai tahap persiapan sebelum memasuki fase menghasilkan.
Pada masa inilah tanaman membangun fondasi pertumbuhannya. Semakin baik perkembangan akar dan tajuk sejak TBM, semakin besar peluang tanaman menghasilkan tandan yang produktif ketika memasuki fase TM.
Mengapa Fase TBM Sangat Penting?
Fase TBM merupakan periode pembentukan akar, batang, dan tajuk tanaman. Kesalahan perawatan pada masa ini akan memengaruhi produktivitas tanaman saat memasuki fase menghasilkan (TM). Oleh karena itu, selain menggunakan bibit unggul, pekebun juga perlu menerapkan pemupukan, pengendalian gulma, serta pemeliharaan kebun secara konsisten.
Perawatan Kelapa Sawit pada Fase TBM
Aspek Perawatan | Tujuan | Dampak Jika Diabaikan |
Pemupukan | Memenuhi kebutuhan unsur hara untuk pertumbuhan akar, batang, dan daun | Pertumbuhan lambat dan tanaman kurang sehat |
Pengendalian Gulma | Mengurangi persaingan unsur hara dan air | Gulma mengambil nutrisi sehingga tanaman tumbuh kurang optimal |
Perawatan Piringan | Mempermudah pemupukan dan menjaga penyerapan pupuk | Efektivitas pupuk menurun |
Monitoring Hama & Penyakit | Mendeteksi gangguan sejak dini | Kerusakan tanaman dapat semakin parah |
Pemupukan memang menjadi salah satu kegiatan terpenting pada fase TBM. Namun, hasil pertumbuhan yang optimal hanya dapat dicapai apabila seluruh aspek pemeliharaan dilakukan secara seimbang. Tanaman yang memperoleh nutrisi cukup tetapi dipenuhi gulma atau terserang hama tetap berisiko mengalami pertumbuhan yang kurang maksimal.
Kebutuhan Pupuk Berdasarkan Umur TBM
Fase | Umur Tanaman | Fokus Pertumbuhan | Kebutuhan Nutrisi |
TBM 1 | 0ā12 bulan | Pembentukan akar dan daun | Nitrogen, Fosfor, Kalium |
TBM 2 | 13ā24 bulan | Pertumbuhan vegetatif | NPK seimbang dan unsur mikro |
TBM 3 | 25ā36 bulan | Persiapan memasuki TM | Nutrisi lengkap untuk mendukung pembentukan tajuk |
Berapa Dosis Pupuk NPK untuk TBM?
Salah satu pertanyaan yang sering diajukan pekebun adalah, berapa dosis pupuk NPK untuk kelapa sawit TBM?
Pada dasarnya, dosis pupuk tidak bisa disamaratakan karena dipengaruhi oleh jenis tanah, curah hujan, kondisi kebun, hingga rekomendasi hasil analisis tanah dan daun. Namun, secara umum dosis pupuk NPK majemuk pada fase TBM dapat mengikuti kisaran berikut:
Umur Tanaman | Kisaran Dosis NPK per Aplikasi |
TBM 1 | ±0,5 kg per tanaman |
TBM 2 | ±0,75ā1,0 kg per tanaman |
TBM 3 | Hingga ±1,25 kg per tanaman |
Pemberian pupuk sebaiknya dilakukan secara bertahap dalam beberapa kali aplikasi selama setahun, bukan sekaligus dalam jumlah besar. Cara ini membantu tanaman menyerap unsur hara lebih efisien sekaligus mengurangi kehilangan nutrisi akibat pencucian oleh air hujan.
Cara Pemupukan Kelapa Sawit TBM yang Benar
Langkah | Penjelasan |
1. Bersihkan Piringan | Pastikan area bebas gulma agar pupuk langsung mengenai tanah. |
2. Sebarkan Pupuk Merata | Sebarkan mengikuti lingkar tajuk tanaman, jangan menumpuk di pangkal batang. |
3. Lakukan Saat Kondisi Tepat | Pemupukan sebaiknya dilakukan ketika kelembapan tanah cukup dan tidak saat hujan deras. |
4. Bagi Dosis | Berikan pupuk dalam beberapa kali aplikasi agar penyerapan lebih efisien. |
Berikut Beberapa Pilihan Herbisida untuk Membersihkan Piringan Sawit
Mengapa TBM Harus Menggunakan Pupuk Majemuk?
Agar lebih mudah dipahami, bayangkan tanaman TBM seperti seorang bayi yang sedang berada pada masa pertumbuhan.
Bayi tidak cukup hanya mengonsumsi satu jenis makanan setiap hari. Ia membutuhkan protein, karbohidrat, vitamin, dan mineral agar tumbuh sehat. Begitu pula dengan tanaman kelapa sawit muda.
Pada fase TBM, tanaman memerlukan berbagai unsur hara dalam jumlah yang seimbang, di antaranya:
Nitrogen (N)Ā untuk mendukung pertumbuhan daun dan batang.
Fosfor (P)Ā untuk membantu perkembangan akar.
Kalium (K)Ā untuk memperkuat jaringan tanaman dan meningkatkan ketahanan terhadap cekaman.
Magnesium (Mg)Ā sebagai komponen utama pembentukan klorofil sehingga proses fotosintesis berlangsung optimal.
Boron (B)Ā dan unsur mikro lainnya untuk mendukung pembentukan jaringan tanaman dan pertumbuhan titik tumbuh.
Karena itulah, penggunaan pupuk majemukĀ lebih disarankan pada fase TBM dibandingkan langsung mengandalkan pupuk tunggal. Pupuk majemuk menyediakan berbagai unsur hara penting dalam satu aplikasi sehingga kebutuhan nutrisi tanaman menjadi lebih seimbang.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Memupuk TBM
Meski terlihat sederhana, masih banyak kesalahan pemupukan yang sering terjadi di lapangan.
1. Memberikan dosis terlalu tinggi
Harapan agar tanaman cepat besar sering membuat sebagian pekebun menambahkan dosis pupuk melebihi anjuran. Padahal, akar tanaman muda belum mampu menyerap unsur hara dalam jumlah besar. Akibatnya, sebagian pupuk justru terbuang dan meningkatkan biaya pemeliharaan.
2. Menggunakan pupuk tunggal terlalu dini
Memberikan satu jenis pupuk saja, misalnya hanya Urea atau hanya KCl, tidak mampu memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman secara lengkap. Akibatnya, pertumbuhan tanaman menjadi kurang seimbang.
3. Memberikan seluruh pupuk sekaligus
Pemberian pupuk dalam jumlah besar pada satu waktu meningkatkan risiko unsur hara hilang akibat hujan atau menguap sebelum sempat diserap tanaman. Selain kurang efisien, cara ini juga membuat biaya pemupukan menjadi kurang optimal.
Tips Agar Pertumbuhan Kelapa Sawit TBM Lebih Optimal
Agar tanaman tumbuh sehat dan siap memasuki fase menghasilkan, berikut beberapa hal yang dapat diterapkan.
1. Lakukan pemupukan secara bertahap
Bagi dosis pupuk ke dalam beberapa kali aplikasi setiap tahun agar penyerapan unsur hara lebih maksimal.
2. Sesuaikan dosis dengan umur tanaman
Semakin bertambah umur tanaman, kebutuhan unsur haranya juga meningkat. Oleh karena itu, dosis pupuk perlu disesuaikan dengan fase pertumbuhan TBM.
3. Gunakan pupuk berkualitas
Pilih pupuk dari produsen atau distributor terpercaya agar kandungan unsur haranya sesuai dengan yang dibutuhkan tanaman.
4. Lakukan analisis tanah dan daun
Jika memungkinkan, lakukan analisis tanah maupun analisis daun secara berkala. Hasil analisis akan membantu menentukan jenis dan dosis pupuk yang lebih tepat sesuai kondisi kebun.
Gunakan Pupuk yang Tepat untuk Mendukung Pertumbuhan TBM
Pemupukan yang baik tidak hanya ditentukan oleh dosis, tetapi juga kualitas pupuk yang digunakan. Kawan Sawit dapat memilih berbagai kebutuhan pupuk untuk fase TBM, mulai dari NPK majemuk, KCl, Kieserite, hingga pupuk pendukung lainnyaĀ sesuai kebutuhan tanaman.
š Temukan berbagai pilihan pupuk berkualitas untuk kebun Kawan Sawit di Toko SawitPRO atau konsultasikan kebutuhan pemupukan bersama tim kami melalui WhatsApp agar mendapatkan rekomendasi produk yang sesuai dengan kondisi kebun.
Kesimpulan
Fase TBM merupakan masa yang sangat menentukan produktivitas kelapa sawit di masa depan. Oleh karena itu, pemupukan perlu dilakukan dengan memperhatikan jenis pupuk, dosis, waktu aplikasi, serta kebutuhan tanaman sesuai umur.
Menggunakan pupuk majemuk, memberikan pupuk secara bertahap, dan menghindari kesalahan umum saat pemupukan akan membantu membentuk akar yang kuat, tajuk yang sehat, serta pertumbuhan tanaman yang lebih optimal. Dengan fondasi pertumbuhan yang baik sejak fase TBM, peluang memperoleh hasil panen yang tinggi saat tanaman mulai menghasilkan pun akan semakin besar.
Ingin Belajar Langsung dari Ahlinya?
Artikel ini merupakan ringkasan dari sesi Tanya Dokter Sawit. Untuk mendapatkan penjelasan yang lebih mendalam, contoh kasus di lapangan, serta jawaban atas berbagai pertanyaan pekebun lainnya, tonton video lengkapnya di YouTube SawitPRO.
Tonton selengkapnya di sini:












Komentar